Mark Zuckerberg Janji Sumbangkan 50 Persen Hartanya


Masih banyak pengusaha sukses di dunia yang berjiwa sosial tinggi. Buktinya ada program The Giving Pledge yang menjaring para jutawan di AS untuk berkomitmen menyumbang setengah hartanya untuk kegiatan sosial atau filantropi. Makin kaya, makin besar pula sumbangannya.
Program ini digagas oleh triliuner Warren Buffett dan Bill Gates, pendiri Microsoft. Yang terbaru, ada 17 orang triliuner Amerika Serikat (AS) yang menyatakan bersedia menyumbangkan minimal separuh kekayaannya untuk kegiatan filantropi.
Di antara para orang kaya baik hati itu, ada nama pendiri Facebook Mark Zuckerberg dan Dustin Moskovitz. Selain itu, pendiri AOL Steve Case, investor Yahoo, Carl Icahn, dan mantan pialang Wall Street, Michael Milken. Total jenderal, hingga saat ini sudah ada 57 orang triliuner yang turut bergabung di program The Giving Pledge.
"Banyak orang menunggu hingga ujung kariernya untuk memberi. Tapi, mengapa harus menunggu jika banyak hal yang harus segera kita lakukan sekarang," ujar Zuckerberg saat memutuskan bergabung dalam komunitas ini.
Lewat program ini, Bill Gates dan Buffet mengajak para orang superkaya untuk menyumbangkan paling tidak setengah kekayaan yang mereka untuk kegiatan filantropi. The Giving Pledge tidak menerima uang dan tidak memberikan saran cara menyumbangkan dana mereka. Namun, mereka meminta para triliuner itu membuat komitmen moral dan memublikasikan kesanggupan mereka dalam sebuah surat.
Pada tahun 2009, menurut laporan Giving USA yang dibuat sebuah pusat kegiatan filantropi di Indiana University, para triliuner AS telah menyumbangkan dana lebih dari 227 miliar dollar AS. Angka ini hanya turun 0,4 persen dibanding tahun 2009. Buffett sendiri, pada 2006, telah menyatakan akan menyumbangkan 99 persen kekayaannya melalui Bill & Melinda Gates Foundation. Sementara itu, Bill dan Melinda Gates sendiri sejauh ini telah menyumbangkan lebih dari 28 miliar dollar AS
Read More...

Irfan Bachdim Akan Ditonton Sang Pacar


 Irfan Bachdim dijamin akan semakin bersemangat membela tim nasional Indonesia di Piala AFF 2010. Karena sang pacar Jennifer Kurniawan berjanji akan menyaksikan penampilannya langsung.

Penampilan Irfan bersama tim Garuda dipastikan akan semakin bergelora setelah pemain kelahiran Amsterdam, Belanda, 11 Agustus 1988 tersebut mengaku Jennifer akan menonton langsung penampilannya. Sayangnya, belum dipastikan kapan Jennifer akan datang ke Jakarta.

"Ya, dia (Jennifer) janji untuk datang dan menonton pertandingan. Tapi, belum tahu kapan dia mau datang. Bisa semifinal atau final," ujar Irfan usai menjalani latihan bersama timnas Indonesia di Lapangan C, Senayan, Jumat 3 Desember 2010 pagi.

Seusai mencetak gol debutnya bersama timnas Indonesia saat melumat Malaysia 5-1 pada laga pertama Grup A Piala AFF, Rabu 1 Desember 2010, Irfan mengaku mempersembahkan gol tersebut untuk pacarnya. Jennifer saat ini sedang berada di Jerman.

Irfan sendiri mengaku siap tampil lawan Laos pada laga kedua Grup A besok, Sabtu 4 Desember 2010. Namun, mantan pemain FC Utrecht ini tidak menargetkan untuk membobol gawang Laos.

"Saya merasakan tekanan untuk tampil bagus melawan Laos setelah mencetak gol kemarin. Tapi, saya mencetak gol atau tidak itu bukan masalah. Yang penting Indonesia menang," pungkas Irfan.

sumber : http://bola.vivanews.com/news/read/191985-irfan-bachdim-akan-ditonton-sang-pacar
Read More...

Tipologi Lingkungan Lembaga Pendidikan


Kegiatan pendidikan selalu berlangsung dalam suatu lingkungan. Dalam kamus tipologi dapat diartikan dengan model, golongan atau jenis. Jenis lembaga pendidikan yang umum dikenal saat ini adalah tri pusat pendidikan, yaitu :


1. Lembaga Pendidikan Keluarga (informal) -LPK
2. Lembaga Pendidikan Sekolah (formal) - LPS
3. Lembaga Pendidikan Masyarakat (non formal dan formal) - LPM
Perbedaan dari ketiganya dilihat dari tanggung jawab adalah sbb :
Read More...

ACEH akan Bersaing di Tingkat Nasional 10 tahun Kemudian


Pendidikan Aceh diperkirakan baru mampu bersaing ditingkat nasional pada sepuluh tahun yang akan datang, hal itu dikarenakan Aceh masih pada tahap berbenah dibidang pendidikan pasca konflik dan tsunami. Hal itu dikatakan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, pada peringatan Hari Pendidikan Daerah ke 51 rabu pagi.
Irwandi mengatakan dulu banyak mahasiswa Malaysia yang belajar di Aceh dan banyak guru dari Aceh yang mengajar di Malaysia. Tetapi kenyataan sekarang justru banyak mahasiswa Aceh yang belajar di Malaysia, hal itu dikarenakan pendidikan Aceh sudah jauh tertinggal dari Malaysia.

Read More...